Jika Anda salah satu dari Nasabah kartu kredit yang dibatasi limit dan kepemilikannya, Kami siap membantu untuk tutup kartu kredit sesuai pilihan Anda. karena mulai perJanuari 2015 BI sudah Woro woro mau dibatasi jumlah kartu kredit dan limitnya.

Kupas Permasalahan Hutang Kartu Kredit ketika anda terjebak hutang Kartu Kredit dan sekarang kesulitan dalam membayar. Bagaimana Solusinya ?

Kondisi dan permasalahan diatas dialami oleh kebanyakan orang yang saat ini terlilit hutang kartu kredit dan bingung, Bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan hutang yang rasanya tak kunjung selesai.

Kebanyakan Kasus yang menyebabkan hutang kartu kredit adalah pengeluaran keluarga yang lebih besar dari pada penghasilan, sehingga banyak orang memakai kartu kredit untuk membayar tagihan-tagihan ataupun pengeluaran yang dibutuhkan. Pada awalnya bisa dibayar lunas ( biasanya dari Gaji bulan berikutnya ) lama kelamaan hanya bisa membayar minimum payment, namun karena terus digunakan Hutang terus membesar sehingga membayar minimum payment pun sudah terasa berat. Jika digambarkan seperti penyakit kritis, Kondisi ini sudah masuk ke stadium lanjut, sehingga jika tidak segera diambil tindakan maka krisis keuangan akan terjadi.

Sebaiknya Anda memulai komitment dan melakukan perbaikan. Lakukan Penyelesaian Hutang kartu kredit dengan di bantu jasa mediasi kartu kredit yang dipercaya. Sehingga Solusi yang terbaik dan memungkinkan bisa diambil sesegera mungkin. Karena solusi untuk penyelesaian Hutang ini akan berbeda untuk individu dan keluarga, yang pasti dimulai dengan komitmen untuk tidak menggunakan kartu kredit lagi selama penyelesaian hutang, tidak menambah dengan hutang-hutang baru dengan bunga tinggi lainnya, Karena hanya akan menambah masalah. Sementara akar masalah yang ada seharusnya ditemukan dan diselesaikan dahulu.

Bantu tutup Kartu Kredit

Jika Anda tertarik dan berminat untuk melakukan komitment dalam menyelesaikan semua pemakaian hutang kartu kredit, Kami siap membantu Anda untuk menutup kartu kredit dan mendampingi hingga hutang kartu kredit Anda Lunas sampai tuntas dan menerima surat pelunasannya sebagai bukti Anda telah melakukan pembayaran hutang kartu kredit segera Invite Pin BBM 27 F8 B1 C9 dengan Dina


SOLUSI KARTU KREDIT ANDA
Banyak sudah kita melihat dan mendengar bagaimana akibat atau dampak yang terjadi pada seseorang bila dia tidak sanggup untuk membayar tagihan kartu kreditnya....? pastinya hidupnya semakin tidak tenang karena beban yang harus di bayar dan bila ada sang kolektor datang menagih dengan tampang muka yang seram.bukannya semua itu semakin membuat hidup kita semakin sulit.

Kebutuhan hidup manusia itu sangatlah banyak dan selalu meningkat,banyak cara untuk kita agar dapat memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi.diantaranya adalah penggunaan kartu kredit yang dimana kita bisa gunakan disaat kita sangat membutuhkan untuk pembayaran sesuatu.kartu kredit mungkin akan menjadi sangat membantu dalam kehidupan kita apabila kita dengan bijak menggunakan dan mengaturnya,karena kartu kredit itu sendiri sebenarnya hanyalah sebuah mediator untuk pembayaran dimana disaat kita tidak membawa uang yang cukup untuk membayarkan sesuatu,dan kartu kredit itu adalah alat untuk kita melakukan hutang yang dimana nantinya kita harus membayar penggantian uang yang kita gunakan beserta bunganya.maka dari itulah kita harus pandai-pandai mengunakannya.Banyak orang yang tidak bisa mengatur penggunaannya dan tidak memperhitungkan akibatnya sehingga kartu kredit itu menjadi musibah untuk diri dan hidupnya.dimana dirinya tidak mampu untuk membayar tagihan beserta bunganya yang semakin hari semakin besar jumlahnya. 

SOLUSI KARTU KREDIT ANDA

Jika diantara saudara-saudara sekalian yang mempunyai permasalahan dengan kartu kredit anda karena tidak mampu untuk membayar premi beserta bunganya janganlah anda berputus asa dan bingung tentang bagaimana cara menyelesaikannya semua permasalah itu?anda bisa menghubungi kami, karena kami memiliki solusi untuk menangani semua permasalahan yang berhubungan dengan kartu kredit.kita berharap semuanya akan kembali semula tanpa ada masalah.

Jangan pernah mangkir dari kewajiban bayar hutang. berikut Cara Melunasi Hutang Kartu Kredit Saat Terjepit


1. Perbesar Pembayaran Cicilan untuk Kartu Kredit yang Bunganya Paling Tinggi


Katakanlah, saat ini Anda memiliki lebih dari 1 hutang kartu kredit. Pertama-tama, cari tahu kartu kredit mana yang memberlakukan bunga pinjaman paling tinggi. Selanjutnya, perbesar pembayaran cicilan untuk kartu kredit dengan bunga pinjaman yang paling tinggi tersebut, sementara pembayaran cicilan kartu kredit lainnya tetap dilakukan seperti biasa.

Melunasi hutang kartu kredit jahat harus menjadi prioritas. Sebab, biaya pelunasan untuk saldo hutang yang lebih kecil bisa saja menjadi jauh lebih mahal apabila bunga yang dibebankan juga tinggi, ketimbang saldo hutang yang lebih besar namun beban bunganya lebih kecil. Saldo hutang sebesar Rp 7 juta dengan bunga pinjaman 4% pelunasannya masih lebih mahal dibandingkan saldo hutang Rp 10 juta dengan bunga pinjaman 2%.

2. Pindahkan Tagihan Kartu Kredit


Cari alternatif utangan kartu kredit dari bank lain yang menawarkan beban bunga lebih rendah, tapi dengan jangka waktu pelunasan sama. Setelah menemukannya, segera pindahkan tagihan kartu kredit ke bank tersebut. Jika hutang Anda di bank sebelumnya tidak meminta agunan untuk dijaminkan, pertahankan kondisi tersebut. Sebisa mungkin, hindari kemungkinan aset disita bila sewaktu-waktu terjadi kredit macet.

3. Lakukan Negosiasi dengan Pihak Bank


Cara terakhir yang dapat ditempuh adalah menegosiasikan hutang Anda dengan pihak kreditur (pemberi hutang) secara tertulis. Jelaskan situasi keuangan Anda kepada bank secara rinci. Selama debitur (pihak yang berhutang) masih menunjukkan itikad baiknya, beberapa bank masih mau berbaik hati memberi keringangan berupa pengurangan, bahkan penghapusan bunga pinjaman. Sayangnya, banyak orang tidak mengetahui bahwa negosiasi hutang kartu kredit dapat dilakukan, beberapa lainnya bahkan enggan melakukannya.

Jangan pernah mangkir dari kewajiban bayar hutang. Kapanpun kondisi keuangan dirasa mulai kritis (pembayaran cicilan hutang sudah mencapai 60% pendapatan bulanan), segera lakukan negosiasi sebelum Debt Collector yang menyambangi kediaman Anda lebih dulu. Tidak cukup berurusan dengan para penagih hutang, kegagalan melunasi hutang kartu kredit juga akan berimbas pada cacatnya rapor kredit Anda. Masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia sama saja mempersulit transaksi keuangan Anda di kemudian hari.

Cara Melunasi Hutang Kartu Kredit Saat Terjepit Bagi pihak bank, opsi mengurangi atau bahkan menghapus total bunga pinjaman masih dianggap lebih menguntungkan ketimbang harus melibatkan jasa tukang tagih yang identik dengan praktek intimidasi dan ancaman kekerasan. Ujung-ujungnya, bank sendiri yang akan dirugikan. Masih ingat dengan kasus yang dialami oleh Irzen Octa? Ia adalah nasabah kartu kredit Citibank yang diduga kuat meninggal akibat menjadi korban kekerasan oleh oknum tukang tagih.

Kebutuhan seharusnya tidak pernah lebih banyak daripada keinginan. Menghindari hutang selalu lebih mudah dibandingkan menemukan cara melunasi hutang kartu kredit Saat Terjepit yang kadung menggunung. Semoga bermanfaat.

          Mekanisme
Mekanisme
Mekanisme

  1. Anda menandatangani surat kuasa.
  2. Anda menandatangani surat pernyataan.
  3. Anda menyiapkan semua persyaratan mulai dari KTP, Tagihan Terakhir, Materai dan Administrasi.


    Proses

    Proses:
    Proses

  1. Melumpuhkan sistem penagihan dari Bank Penerbit KTA/ Kartu Kredit sehingga anda tidak akan dipusingkan lagi dengan Debt Collector yang menelepon/ mengintimidasi ke rumah/ Kantor anda setiap saat. 
  2. Membuat surat permohonan yang PASTI disetujui Bank Penerbit KTA/ Kartu Kredit untuk PENGHAPUSAN bunga sampai 0%, sehingga anda bebas mengangsur sisa kreit TANPA BUNGA sama sekali. 
  3. Potongan Pelunasan/ Diskon antara 30% - 50% dari Tagihan Terakhir (Outstanding Balance). 
  4. Membuatkan surat permohonan keringanan angsuran sehingga anda bisa mengangsur sesuai kemampuan anda.


Sesuai dengan namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu atau bahkan selama masa kredit, sedangankan suku bunga floating, artinya bunga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Jadi jika membandingkan maka flat >< efektif dan fixed >< floating. Biasanya terdapat kombinasi, yaitu flat-fixed, artinya bunganya pakai sistem flat dan bersifat tetap selama masa kredit; dan efektif-floating, yaitu menggunakan sistem bunga efektif dan besaran bunga bisa berubah tergantung kondisi pasar finansial.

Sekarang jangan bingung lagi dengan istilah flat, efektif, fixed dan floating ya…

Umumnya, dalam kartu kredit yang anda miliki, tidak kurang ada 9 (sembilan) item biaya yang akan dipungut oleh Bank penerbit kartu kredit kepada anda sebagai debitur. Ke – 9 item biaya tersebut adalah :

1. Biaya iuran tahunan. Iuran tahunan dibayarkan pada awal keanggotaan kartu dan setiap perpanjangan kartu kredit yang anda miliki. Iuran tahunan akan langsung dibebankan dan tercetak pada lembar pemberitahuan tagihan.
2. Biaya bunga. Turunan dari biaya bunga ada 4 item yakni bunga pembelanjaan, bunga penarikan tunai, bunga cicilan dan bunga transfer balance.
3. Biaya penarikan tunai. Kalau anda melakukan penarikan tunainya di dalam negeri akan dikenakan bunga 4 % atau minimal kena biaya Rp. 20.000 per –transaksi. Kalau penarikannya dilakukan diluar negeri, akan dibebankan biaya sebesar USD 1.75 + 0,33 %
4. Biaya Administrasi. Akan dikenakan biaya administrasi beserta bunga apabila pembayaran tagihan kartu kredit dilakukan setelah tanggal pembayaran dan atau pembayaran anda kurang dari minimum payment.
5. Biaya keterlambatan. Ada 2 turunan dalam item biaya ini, yaitu dunning fee dan collection fee. Masing-masing turunan menetapkan fee minimal Rp 50.000,- maksimal sebesar 5 % dari total tagihan anda. Keseluruhan ditagihkan bila pembayaran tagihan kartu kredit dilakukan setelah 30 hari tanggal pembayaran atau anda melakukan pembayaran kurang dari minimum payment.
6. Biaya over limit. Jika transaksi yang anda lakukan melebihi batas kredit yang seharusnya maka bank akan “mencekik dan menghisap” anda hidup-hidup. Waspadalah !!
7. Biaya penggantian kartu.
8. Biaya permintaan salinan lembar pemberitahuan tagihan.
9. Biaya cek/ bilyet giro yang ditolak.

Kisaran tarif biaya diatas berbeda, tergantung dari kebijakan yang ditetapkan bank penerbit kartu kredit yang anda miliki. Bila bank penerbit kartu kredit tersebut adalah BUMN, maka tarif biaya yang ditetapkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan bank penerbit kartu kredit swasta. Untuk bank penerbit kartu kredit swasta juga harus dicermati, apakah swastanya itu swasta dalam negeri atau swasta asing. Kalau swasta asing, tentunya akan lebih tinggi dalam menetapkan tarif biayanya.

Perlu diingat, tarif biaya termasuk bunga tagihan kartu kredit yang ditetapkan oleh semua bank penerbit adalah tarif flat (bertingkat). Tidak akan turun, meskipun ada fenomena fluktuatif atas biaya dan bunga pada industri perbankan. Kalaupun ada perubahan biaya dan bunga tagihan, yang cenderung naik, bank penerbit kartu kredit dapat menetapkannya tanpa memberitahukan anda sebagai debitur terlebih dahulu sehingga kelak anda sebagai debitur kartu kredit pun tidak punya pilihan untuk menerima atau menolak tentang biaya dan ketentuan tarif yang ditetapkan. Kondisi inilah yang berpotensi dapat merugikan anda sebagai debitur kartu kredit karena ada kemungkinan anda semakin dalam terperosok dalam tagihan kartu kredit.

( informasi dikutip dari beberapa sumber )

Sebaiknya anda perlu membaca ini, Surat Edaran BI tentang Debt Collector berisi aturan yang mengatur mengenai Debt Collector.


Surat Edaran BI tentang Debt Collector

Dalam bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa penagihan Kartu Kredit, Penerbit Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ( APMK ), wajib memperhatikan dan memenuhi ketentuan :

A. Penagihan Kartu Kredit dapat dilakukan oleh Penerbit Kartu Kredit dengan menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan;
B. Dalam melakukan penagihan Kartu Kredit baik menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, Penerbit Kartu Kredit wajib memastikan bahwa:
  1. Tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku;
  2. Identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit;
  3. Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan sebagai berikut :
a) menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
b) penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
c) penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
d) penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
e) penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
f) penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
g) penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit; dan
h) penagihan di luar tempat dan/atau waktu sebagaimana dimaksud pada huruf f) dan huruf
g) hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.
Selain memenuhi pokok-pokok etika penagihan sebagaimana dimaksud pada huruf a) sampai dengan huruf h), Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa pihak lain yang menyediakan jasa penagihan yang bekerjasama dengan Penerbit Kartu Kredit juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.
C. Dalam hal penagihan Kartu Kredit dilakukan menggunakan tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, maka selain berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf b, juga berlaku ketentuan sebagai berikut: 
  1. Penagihan Kartu Kredit menggunakan tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan hanya dapat dilakukan jika kualitas tagihan Kartu Kredit dimaksud telah termasuk dalam kualitas macet berdasarkan criteria kolektibilitas sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kualitas kredit;
  2. Kerjasama antara Penerbit Kartu Kredit dengan perusahaan penyedia jasa penagihan wajib dilakukan sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai prinsip kehati-hatian bagi bank umum yang melakukan penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
  3. Penerbit Kartu Kredit wajib menjamin kualitas pelaksanaan penagihan Kartu Kredit oleh perusahaan penyedia jasa penagihan sama dengan jika dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit.
Bagi Anda pengguna kartu kredit ada beberapa point penting Surat Edaran BI tentang Debt Collector yang patut dicatat, antara lain : 
  • Debt Collector dilarang menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
  • Debt Collector dilarang menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
  • Debt Collector dilarang menagih kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
  • Debt Collector dilarang menggunakan sarana komunikasi secara terus menerus yang bersifat mengganggu; 

Dengan dikeluarkan Surat Edaran BI tentang Debt Collector tersebut nasabah yang mengalami gagal bayar atau kredit macet telah mendapatkan perlindungan dari Bank Indonesia dari perilaku debt collector yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketenangan nasabah.

Pengaturan ini hanya bersifat Surat Edaran BI tentang Debt Collector dan Bukan berupa Peraturan Gubernur Bank Indonesia.

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Black List BI (Bank Indonesia) ketika membicarakan dengan pihak Bank/ masyarakat masalah seputar penyelesaian tagihan Kartu Kredit dan atau Kredit Tanpa Anggunan. Atau saat ini, anda sedang bertanya-tanya tentang istilah tersebut. Akhir dari semua pertanyaan adalah, apakah benar Bank Indonesia mengeluarkan daftar gelap nasabah debitur ? 

Berdasarkan penelusuran data dan informasi yang dilakukan, saya belum menemukan referensi dasar hukum tentang kegiatan pendataan “Black list BI”. Yang baru saya temukan dan saya pahami, berdasarkan keterangan seorang teman yang bekerja sebagai legal manager di suatu Bank Swasta, dapat dipastikan bahwasanya istilah “black list BI” tidak ada dalam praktek sehari-hari perbankan Indonesia. Yang ada, dikenal dan dipraktekkan oleh bank adalah kegiatan penyampaian informasi debitur yang menyangkut penyediaan dana (kredit) dan keuangan seorang/ beberapa debitur Bank yang disampaikan secara berkala kepada Bank Indonesia. Penyelenggaraan Sistem Informasi Debitur ini didasarkan pada PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/ 8 /PBI/2005 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR .

Penyampaian informasi debitur ini dilakukan tidak ada kaitannya dengan permasalahan kredit yang disalurkan Bank kepada nasabah debitur. Juga tidak menjadi patokan bahwa informasi nasabah debitur yang dilaporkan tersebut adalah nasabah yang ber-“masalah”.

Lalu, kapan seorang nasabah masuk dalam daftar informasi debitur ? jawabnya adalah pada saat seorang nasabah menerima kredit yang disalurkan bank kepadanya. Sejak sang nasabah menerima kredit maka Bank kreditur wajib menyampaikan informasi nasabah debitur tersebut kepada Bank Indonesia. Hal ini sebagaimana dimaksud dan diatur Pasal 5 PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/ 8 /PBI/2005 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR yang menegaskan :

(1) Pelapor wajib menyampaikan Laporan Debitur kepada Bank Indonesia secara benar, lengkap, terkini, dan tepat waktu.
(2) Laporan Debitur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan setiap bulan untuk posisi akhir bulan.
(3) Pelapor bertanggung jawab atas isi dan ketepatan waktu penyampaian Laporan Debitur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).
(4) Laporan Debitur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), wajib disusun sesuai dengan Buku Pedoman Penyusunan Laporan Debitur yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Kegiatan penyampaian informasi debitur bank kepada Bank Indonesia dilakukan dengan maksud memperlancar proses penyediaan dana (penanaman dana Bank baik dalam rupiah maupun valuta asing, dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan, penempatan, tagihan lainnya, dan transaksi rekening administratif serta bentuk penanaman dana lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu, dalam hal ini bank bertindak sebagai kreditur) mempermudah penerapan manajemen risiko, dan bertukar informasi antar bank tentang profil dan kondisi debitur guna membantu bank dalam melakukan identifikasi kualitas seorang/ beberapa Debitur. Adapun perincian penyampaian informasi debitur ini meliputi informasi mengenai:

a. Debitur;

Informasi ini berisi informasi mengenai nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak, nomor Kartu Tanda Penduduk, dan keterkaitan debitur dengan Bank dari sisi kepengurusan, kepemilikan, dan hubungan keuangan.

b. Pengurus dan pemilik;

Informasi pengurus dan pemilik antara lain berisi informasi mengenai nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak, nomor Kartu Tanda Penduduk, jabatan, dan pangsa kepemilikan.

c. Fasilitas Penyediaan Dana;

Informasi fasilitas Penyediaan Dana antara lain berisi informasi mengenai jenis Penyediaan Dana (kredit yang diberikan bank kepada nasabah debitur, termasuk dalam hal ini juga tentang cerukan (overdraft), yaitu saldo negatif pada rekening giro nasabah yang tidak dapat dibayar lunas pada akhir hari; pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang; pengambilalihan atau pembelian kredit dari pihak lain), jumlah fasilitas yang diberikan dan kolektibilitas, termasuk Penyediaan Dana yang dihapus buku, yang dihapus tagih, serta yang diselesaikan dengan cara pengambilalihan agunan atau penyelesaian melalui pengadilan.

d. Agunan;


Informasi agunan antara lain berisi informasi mengenai bukti kepemilikan, nilai taksasi, lokasi agunan, dan jenis pengikatan.

e. Penjamin;


Informasi penjamin antara lain berisi informasi mengenai nama, alamat, nomor Kartu Tanda Penduduk, akta pendirian, dan bagian yang dijamin.

f. Laporan keuangan Debitur.

Informasi laporan keuangan Debitur antara lain berisi informasi mengenai neraca dan laba rugi.

Informasi profil dan kondisi debitur ini dihimpun dalam suatu pusat informasi kredit (credit bureau) yang dikelola oleh Bank Indonesia dalam hal ini Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan c.q. Bagian Data Perbankan.

Apakah dengan masuknya informasi debitur dalam Pusat Informasi Kredit Bank Indonesia berarti merugikan debitur ? berapa lama informasi profil debitur masuk dalam Pusat Informasi Kredit tersebut ?
Sesuai dengan maksud dan tujuan kegiatan Pusat Informasi Kredit yakni memperlancar proses penyediaan dana, mempermudah penerapan manajemen risiko, dan bertukar informasi antar bank tentang profil dan kondisi debitur guna membantu bank dalam melakukan identifikasi kualitas seorang/ beberapa Debitur tentunya untuk mengukur merugikan tidaknya bagi debitur harus dilihat dari 2 (dua) sisi kepentingan yakni kepentingan si nasabah debitur dengan kepentingan bank itu sendiri yang tentunya kepentingan masing-masing pihak adalah sangat berbeda satu sama lain. Mengenai Berapa lama informasi profile debitur disimpan Pusat Informasi Kredit Bank Indonesia ? jawabnya, informasi tersebut akan selalu tersimpan dalam database Pusat Informasi Kredit mengingat Bank Indonesia berkepentingan untuk mengatur dan mengembangkan penyelenggaraan sistem informasi antar bank maupun lembaga lain di bidang keuangan dalam rangka memperoleh informasi debitur secara efisien dan efektif. Adakah aturan yang mengatur lembaga mediasi untuk terhindar dari daftar gelap nasabah debitur ? Bagi anda yang saat ini merasa khawatir terkena sanksi daftar gelap nasabah debitur saat ini Bank indonesia telah menyediakan fasilitas lembaga mediasi perbankan dan bisa lihat pembahasannya di www.solusihutangkartukredit.com.

Ulasan kehidupan dan perbincangan saat ini, di kutip dari Ahmad Gazali tentang " Tidak Mampu Bayar Kartu Kredit, Bagaimana Solusinya " ?

Pertanyaan:

Saya sempat baca artikel " Bagaimana Solusi Menyelesaikan Beban Hutang yang Menumpuk ". Saya punya hutang kartu kredit hingga 12 juta (di dua bank swasta). Sudah 2 bulan ini saya tidak sanggup untuk membayarnya. Saya sudah coba mengajukan KTA untuk melunasi hutang kartu kredit saya. Masalahnya, persyaratan dari KTA itu adalah kartu kredit yang harus dilampirkan. Karena pembayaran saya di kartu tidak lancar, maka KTA saya selalu di tolak.

Saya sudah mengajukan reschedule ke salah satu bank tersebut. Namun jawaban dari mereka adalah, status kartu masih aktif dan alasan untuk reschedule belum kuat. Padahal, saya sudah bilang kalau saya sudah tidak mampu untuk bayar.

Kira-kira, bagaimana solusinya supaya saya keluar dari masalah ini ? Pada awalnya, mereka selalu menawarkan hal yang muluk-muluk agar kita mau mengajukan aplikasi kartu kredit. Begitu kita ada masalah seperti ini, mereka cuek saja tanpa ada solusi.

David budiutomo



Jawaban:


Pak David, saya turut prihatin dengan masalah yang Anda hadapi sekarang. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan tuntas ya, Pak.

Memang betul salah satu cara untuk menyelesaikan hutang kartu kredit yang menumpuk, adalah dengan mengajukan KTA untuk menutup hutang kartu kredit tersebut. Sehingga, selanjutnya bisa mencicil dalam jangka waktu lebih panjang dan bunga lebih rendah melalui KTA.

Kenapa bank menolak untuk melakukan negosiasi sekarang ? Mungkin karena bank masih memberikan waktu bagi Anda, untuk menyelesaikan permasalahan ini sendiri tanpa keterlibatan bank. Biasanya, bank baru akan melakukan tindak lanjut yang lebih serius jika sudah tidak ada pembayaran, atau kurang bayar dari pembayaran minimum setelah 3 bulan berjalan. Semoga saja di bulan depan, kondisi Anda sudah membaik. Dan kalaupun tidak, bisa langsung mengajukan keringanan kembali pada pihak bank.

Ketika mengajukan KTA, sebetulnya bisa dilakukan tanpa harus melampirkan kartu kredit. Karena KTA biasanya diproses dengan mempertimbangkan kartu kredit yang Anda miliki, atau bisa juga dengan slip gaji. Jadi Anda juga bisa mencoba ajukan KTA dengan melampirkan slip gaji, tanpa kartu kredit. Hal ini sebaiknya diajukan sebelum masuk bulan ketiga cicilan kartu kredit bermasalah, agar status Anda di BI masih aman untuk mengajukan hutang baru.

Demikian yang bisa saya sarankan, Pak David. Semoga membantu ya, Pak.

Ahmad Gozali
Praktisi Keuangan

Solusi Jitu Tutup Kartu Kredit

Jasa Penutupan Kartu Kredit hadir untuk membantu anda mengatasi berbagai masalah Kartu kredit yang timbul karena hutang Kartu Kredit dan KTA dengan Solusi Jitu atasi hutang Kartu  Kredit .

Kami tawarkan Solusi tutup kartu kredit  tentang bagaimana cara menutup Hutang Kartu Kredit anda tanpa harus datang langsung ke Card Center dan mem back up semua urusan penyelesaian hutang kartu kredit di Jasa tutup kartu kredit.

Bantu tutup kartu kredit mulai dari handle Debt collector, surat menyurat, negosiasi langsung sampai dengan pengambilan surat lunas yang nantinya Anda perlukan di masa yang akan datang. seperti : mendesak menyiapkan persyaratan KPR, Pinjaman dana Fantastis dengan nilai yang cukup besar, atau persyaratan lain yang membutuhkan data Record Anda baik di pihak Bank dan tidak tercatat dalam Black List BI.

Kami Melayani penutupan kartu kredit dari Bank Lokal dan Bank Asing seperti : Hsbc, Anz, Uob, BniMega, Citibank,  Standard Chartered,  BcaBri,  DanamonPermata, Cimb NiagaPaninBII, Mandiri, Ocbc Nisp


Jangkauan Kami meliputi : Tangsel, Banten, Cilegon, Sukabumi, Bogor, Tanggerang, Bekasi, Depok, Karawang, Cikampek, Subang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Sidoarjo, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Palembang, Batam, Pekan Baru, Padang, Jambi, Bandar Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Balik papan, Palangkaraya, Sampit, Bontang, Banjar Baru, Singkawang, Tarakan, Manado, Palu, Makasar, Kendari, Gowa, watampone, palopo, jene ponto, toraja

Anda berminat untuk melakukannya ? Stop kartu kredit  Anda sekarang juga, Uang memang bukanlah segalanya, tetapi segala sesuatu tanpa uang akan sangatlah sulit. setelah berkonsultasi dan menggunakan Jasa mediasi kartu kredit dengan Kami, maka Anda akan terbuka dan mengetahui bahwa semua permasalahan Solusi hutang kartu kredit pasti ada solusinya. Anda akan membuktikan setelah berbagi permasalahan kartu kredit ini dengan Kami.


HINDARI PROGRAM PEMUTIHAN ATAU TIDAK BAYAR SAMA SEKALI DAMPAKNYA AKAN MENYUSAHKAN ANDA dan KELUARGA DI KEMUDIAN HARI


untuk  Syarat yang harus disiapkan untuk penutupan kartu kredit  :

    - Mengisi Formulir Lengkap dengan identitas diri ( KTP ).
    - Menandatangani Surat Kuasa dan Pernyataan Secara Legal.
    - Billing Terakhir Kartu Kredit/ KTA  ( tidak perlu Kartunya )
    - Materai Rp.6.000,- sebanyak 2 lembar

Biaya mediasi kartu kredit dan Penyelesaian Fee dibayarkan saat penandatanganan Surat Kuasa. :

    - Jumlah tagihan KTA/Kartu Kredit dibawah Rp.5.000.000,- ( Lima Juta rupiah )
       dikenakan Biaya Rp.650.000,- ( Enam Ratus Lima Puluh Ribu rupiah )
    - JumlahTagihan KTA/ Kartu Kredit Rp.5.000.000,-( Lima Juta rupiah ) atau lebih
      dikenakan Biaya 12% dari Jumlah Tagihan KTA/ KK.

Solusi Jitu


Jasa mediasi dapat ditemukan hanya di Solusi Jitu tutup Kartu Kredit

keterangan lebih lanjut silahkan hubungi :
Dina ( invite pin BB ) = 27 F8 B1 C9
Mobile Phone/ whats APP :  021 - 987 717 16, 0813 800 100 81

Solusi yang kami tawarkan sebagai berikut :
Pertama reschedule : cicilan tetap setiap bulan dengan stop bunga s/d 0% ( Berdasarkan keringanan paling maksimum yang berlaku pada bank penerbit kartu kredit/KTA ); atau
Kedua, Pelunasan Diskon s/d 50%, (masing-masing bank berbeda-beda, ada yang setelah Diskon dapat diangsur beberapa kali, ada yang hanya sekali pembayaran).
Anda dapat melihat Contoh-contoh Reschedule atau Pelunasan di kantor kami karena tidaklah etis jika kami tampilkan disini karena kami selalu menjaga privasi dan kredibilitas klien kami.

Anda tinggal memilih salah satu di antara 2 solusi diatas.
Tidak ada solusi lain! Kami tidak melayani PEMUTIHAN! Kami hanya melayani nasabah yang mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan masalah hutang.

Persyaratan:
1. Billing Tagihan terakhir untuk kartu kredit atau No. Rekening untuk KTA 
2. Fotokopi KTP;
3. Materai 6000 sebanyak 2 lembar per kartu/KTA;
4. Fee : untuk total hutang di bawah Rp.5.000.000,- fee Rp.650.000, Di atas Rp.5.000.000,- fee 12% dari total hutang (dihitung total hutang per kartu, bukan penggabungan beberapa kartu).
( 2,5% dari fee akan kami salurkan langsung ke panti asuhan anak yatim, Janda-janda yang tidak mampu dan anak-anak putus sekolah )

Proses:
  1. Anda pasti akan menandatangani beberapa dokumen seperti surat kuasa, surat pernyataan, surat keterangan, surat permohonan keringanan pembayaran, dan surat perjanjian. 
  2. Negosiasi dengan pihak bank. 
  3. Hasil. Setelah negosiasi, hasil akan kami terima dan akan kami sampaikan kepada Anda. Jika anda menginginkan reschedule/cicilan tetap, maka akan keluar dalam bentuk draft cicilan. Jika pelunasan, kami akan menghubungi anda, dan anda akan datang ke bank bersama-sama dengan salah satu tim nego kami untuk melakukan pelunasan di bank penerbit kartu kredit/KTA. 
  4. Jangka waktu proses negosiasi : Jangka waktu proses negosiasi tergantung pada kondisi pembayaran kartu kredit atau Kredit Tanpa Agunan.
Untuk reschedule, pembayaran tiap bulan langsung ke bank yang bersangkutan.
Bagi anda yang berada di luar Jabodetabek : Anda bisa mengirimkan persyaratan dokumen (billing statement dan KTP) via email, dan saya akan mengirimkan formulir untuk diisi. Setelah itu silahkan melakukan pembayaran fee (sesuai dengan jumlah yang disepakati). Surat-surat akan kami buat dan kirim via TIKI JNE ke alamat anda. Setelah surat-surat anda terima, silahkan dipelajari, tanda-tangani dan kirim kembali ke kantor kami, baru proses negosiasi akan dilakukan.
Kami hanya akan melakukan proses negosiasi apabila pembayaran fee sudah kami terima. Untuk anda yang ingin menghubungi via telp atau sms, harap membaca terlebih dahulu tulisan di blog ini dengan jelas. Terutama mengenai: Mekanisme dan Proses.

Jika anda sudah berminat dan memikirkan solusi mana yang akan diambil, anda bisa persiapkan persyaratan yang dibutuhkan, kemudian menghubungi kami di  021-98771716 Whats app : 0813 800 100 81,

Sebaiknya anda datang ke kantor kami. Karena dengan demikian anda bisa melihat dokumen-dokumen pendukung lain seperti contoh surat lunas bagi nasabah yang sudah selesai seperti apa, contoh surat reschedule seperti apa, dan catatan nasabah yang masih dalam proses seperti apa. Semua kami tuangkan secara tertulis.

Seandainya anda datang ke kantor kami hanya untuk sekedar konsultasi / tanya-tanya saja juga tidak apa-apa. Kami bersedia menjelaskan lebih detail kepada anda.

Setelah anda memutuskan untuk memproses di kantor kami, akan ada dokumen-dokumen (yang telah saya kemukakan sebelumnya) untuk ditandatangani. Anda akan memegang beberapa dokumen yang difotokopi dan beberapa dokumen asli.
Kantor kami buka setiap hari Senin-Sabtu Pukul 10.00 - 18.00 WIB,. Info lengkap hubungi: 021-98771716 Whats app : 0813 800 100 81, ( Dina Mz )


Anda pusing punya hutang kartu kredit / KTA, bingung menyelesaikannya, pusing didatangi debt collector, malu karena debt collector datang kerumah?

limpahkan masalah anda kepada kami, kami akan bantu untuk menyelesaikan masalah anda seperti di atas untuk seluruh indonesia.

Jangan ragu menghubungi kami. NIKMATI HIDUP TANPA MASALAH

Solusi terakhir hutang kartu kredit dan KTA untuk keuangan kembali normal adalah  Jasa penutupan kartu kredit, selama ini selalu bayar minimum payment tapi tidak ada habisnya, Bunga tagihan semakin membengkak, selalu Gali lubang tutup lubang untuk bayar tagihan, ketika sudah tidak mampu untuk bayar tagihan, Apa yang harus anda lakukan? Jangan tunda lagi Tutup segera Kartu Kredit dan KTA anda di Jasa Penutupan Kartu Kredit

Jasa Penutupan Kartu Kredit

hindari jeratan kartu kredit
Waspadalah !
Tindakan apa yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari jeratan kartu kredit ? Berikut beberapa tips agar kita terhindar dari Jeratan Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Anggunan.

Pertama, Jangan memiliki terlalu banyak kartu kredit
, memiliki banyak kartu kredit akan membebani Anda untuk membayar iuran tahunan dan membuat Anda tergoda untuk membelanjakan lebih banyak lagi. Maksimal 2 kartu kredit saja yang harus dimiliki. Bila Anda memiliki lebih dari itu, sebaiknya segera tutup kartu kredit lainnya. Pertimbangan dalam memilih kartu kredit mana yang akan dipertahankan antara lain suku bunga kartu kredit, limit kartu kredit dan manfaat yang ditawarkan kartu kredit yang benar-benar berguna bagi Anda.

Kedua, anggarkan dana untuk kartu kredit, Dalam menyusun anggaran belanja, masukkan besarnya dana maksimal yang boleh digunakan oleh kartu kredit.

Ketiga, mencatat pembelian yang menggunakan kartu kredit,
Dengan mencatatnya akan membantu Anda mengetahui berapa besar jumlah yang harus Anda bayar sehingga akan membantu Anda menghentikan pembelian selanjutnya. Catatan ini dapat dicocokkan dengan lembar tagihan untuk memastikan apakah Anda benar-benar melakukan pembelian tersebut.

Keempat, usahakan untuk selalu membayar penuh tagihan, Hal ini berguna agar Anda tidak terbeban oleh bunga yang sangat besar. Jangan tergoda untuk hanya membayar tagihan minimum. Bila Anda sudah memiliki cicilan atau hutang kartu kredit, prioritaskan dengan sungguh-sungguh untuk segera lunasi hutang Anda dengan bersikap lebih hemat. Misalnya dengan mengurangi mengunjungi cafe, mal atau makan di luar. Bila Anda kost atau menyewa rumah, pertimbangkan apakah Anda bisa pindah ke tempat lain yang lebih murah.

Kelima, Hindari menggunakan kartu kredit untuk menarik tunai,
Kartu kredit memang bisa digunakan untuk menarik uang tunai di ATM, tetapi hal ini tidak gratis. Anda harus membayar bunga penarikan tunai yang bahkan nilainya lebih tinggi lagi dibandingkan bunga untuk pembelanjaan.

Keenam, Waspadai penipuan kartu kredit, Modus penipuan kartu kredit semakin bermacam-macam baik melalui telepon maupun Internet. Maka, tetaplah berhati-hati dengan tidak memberitahukan nomor kartu kredit, tanggal jatuh tempo, atau informasi lainnya terhadap orang yang tidak dikenal. Jangan pula meminjamkan kartu kredit kepada orang lain.

Ketujuh, Jangan biarkan keuangan Anda memburuk dengan terlilit hutang kartu kredit.
Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar keuangan Anda tetap baik.
Demikianlah, tips agar kita terhindar dari Jeratan Kartu Kredit, maka dari itu waspadalah ! Kartu Kredit macet dapat menjerat kita.
 
 

Hampir semua bank penerbit kartu di Indonesia menggunakan sistem perhitungan bunga dengan mengacu pada tanggal transaksi dilakukan.
Nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan kemudian dibagi 360 hari:
Rp x Hr x Bln x Bng
360 Hari
Rp = Nilai Transaksi
Hr = Jumlah hari sejak Transaksi sampai dengan Pencatatan
Bln = Jumlah Bulan dalam setahun = 12 Bulan
Bng = Bunga Perbulan

Untuk lebih mudah, coba perhatikan ilustrasi berikut;

Tn.afajogja memiliki kartu kredit yang tanggal pencatatannya adalah pada tanggal 27 setiap bulan. Jatuh tempo adalah 15 hari setelah tanggal pencatatan;

Lembar Tagihan Kartu Kredit
Jika Tn.afajogja melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal 14 Maret (waktu lima belas hari setelah tanggal 27 Februari), maka Tn.afajogja terbebas dari biaya apapun, mungkin hanya biaya transaksi via ATM.
Namun jika Tn.afajogja tidak melunasi sekaligus, atau hanya membayar sebagian misalnya pada tanggal 5 Maret hanya membayar Rp. 2.000.000 dari total tagihan, maka pada bulan berikutnya yakni pada tanggal 27 Maret perhitungan bunga atas transaksi-transaksi yang belum dilunasi pada bulan Februari akan berlaku sebagai berikut;

1. ( 150.000 X 52 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.200
2. (2.000.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 89.333
3. (1.500.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 67.000
4. ( 150.000 X 51 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.100
5. ( 350.000 X 41 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 9.567
Total Bunga Pembelanjaan: = Rp. 176.200

Maka pada Tagihan bulan Maret Tn.afajogja akan dibebani biaya bunga sebesar Rp.176.200 diluar pembelanjaan Tn.afajogja antara 28 Februari hingga 27 Maret. Bunga tidak dihitung berdasarkan saldo terhutang sebesar Rp. 2.150.000 (Total tagihan Rp 4.150.000 dikurangi pembayaran Rp 2.000.000)

( Kutipan dari beberapa sumber )

Pada dasarnya Kartu kredit itu bisa dilihat sebagai dua hal :
a. alat pembayaran
b. fasilitas utang
Nah, karena itu punya keuntungan dan kerugian:

1. Keuntungan
- bisa dibayar belakangan (artinya beli hari ini, bayar belakangan, maksimal 45 hari)
- bisa jadi jalan keluar saat butuh uang mendadak, misalnya masuk rumah sakit malam hari
- alat pembayaran, nggak perlu bawa uang tunai dalam jumlah besar.
- Bisa mengkonsolidasikan seluruh tagihan, misalnya telepon, listrik, TV Kabel, sehingga kita nggak perlu inget tanggal jatuh tempo masing-masing, cukup ingat satu tanggal tagihan kartu kredit saja.

2. Kerugian
- Bunganya besar, kalo kita nggak bayar seluruh tagihan, maka bunga akan dihitung berdasarkan besarnya tagihan awal. misalnya kita ada tagihan 5 juta, kita bayar 4,9 juta (sisa 100 ribu) maka bunga yang dikenakan berdasarkan pembelanjaan yang 5 juta, bukan yang seratus ribu. lihat perhitungan bunga kartu kredit.
 - Bisa jadi bumerang, karena kalo kita nggak sadar, maka kita akan terlilit hutang. Ingat bunga kartu kredit akan dihitung secara “bunga berbunga” artinya semakin lama, maka semakin besar.
Menurut saya, kita PERLU PUNYA. Tapi dengan kesadaran bahwa kartu krredit yang kitya punya semata-mata alat pembayaran.
Jadi, belanjalah dengan kartu kredit untuk belanjaan yang uang untuk membayarnya sudah ada. Bukan belanja dengan uang pembayaran yang belum jelas, apalagi sekedar gengsi. 
Kalo bisa, selalu membayar penuh setiap tagihan, agar tidak terkena bunga yang sangat tinggi. Rata-rata bunga kartu kredit sekarang adalah 4% per bulan atau 48% per tahun.
Jangan pernah berpikir bahwa kartu kredit sebagai sarana utang, karena akan sangat merepotkan di masa yang akan datang.
Kita bisa membuat pembayaran kartu kredit kita tanpa dikenakan bunga atau pinalti, sepanjang kita membayar tepat waktu dan full amount (seluruh tagihan).

Misalnya begini:
Pencatatan tagihan kartu kredit kita adalah setiap tanggal 1. Artinya seluruh pembelanjaan kita sebelum tanggal tersebut akan ditagih pada tanggal 1 itu. Nah, jika tanggal pencatatan adalah tanggal 1 maka jatuh tempo tagihan biasanya 15 hari setelahnya, misalnya tanggal 16.
Nah, misalnya Anda belanja antara tanggal 2 Februari sampai 28 Februari, maka akan tercatat tagihannya tanggal 1 Maret, dan jatuh tempo tanggal 16 Maret.
Atas tagihan tersebut, sepanjang Anda membayar sebelum tanggal 16 Maret, maka tidak akan terkena bunga apapun.
Pemegang kartu kredit akan dikenakan biaya iuran tahunan atau annual fee. Besarnya iuran tahunan umumnya 150 – 200 ribu per tahun untuk Silver/Classic, 300 ribu untuk Gold Card atau 750 ribu-satu juta untuk Platinum. Tapi biaya itu biasanya digratiskan jika kita belanja dalam jumlah tertentu selama setahun, biasanya dikonversi dalam bentuk reward points.